Program Doktor Pendidikan Bahasa Indonesia yang bekerja sama dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) dan Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister (MPBI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Kuliah Perdana & Diskusi Ilmiah bertema “Bahasa Indonesia sebagai Bahasa UNESCO dalam Lintas Sejarah dan Era Komunikasi Global” pada hari Kamis, 5 September 2024, di Ruang Seminar Pascasarjana, Lantai 5 Kampus II UMS.
Acara ini dihadiri mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dari jenjang sarjana, magister, dan doktoral. Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS, Mauly Halwat Hikmat, Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat semangat mahasiswa dalam mengangkat Bahasa Indonesia di kancah internasional.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyatakan pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung akselerasi bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional. “Topik ini sengaja diangkat karena menjadi pembahasan penting di berbagai forum, termasuk yang disampaikan perdana menteri di Kuala Lumpur. Kita harus bangga terhadap bahasa Indonesia dan mencari strategi agar pengakuan dunia semakin cepat,” ungkapnya.
Kuliah perdana ini dipandu oleh moderator Yunus Sulistyono, M.A., Ph.D., dengan narasumber Esie Hanstein, seorang akademisi dari Humboldt-Universitat zu Berlin dan University of Leipzig, Jerman. Dalam diskusinya, Esie berbagi pengalaman mengajarkan Bahasa Indonesia selama 24 tahun di Jerman.
“Bahasa Indonesia telah menjadi bagian penting dari program akademik di universitas-universitas Jerman. Ini menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki potensi besar di era komunikasi global,” jelas Esie.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk belajar dengan sungguh-sungguh. “Kesuksesan tidak pernah diraih secara instan, tetapi melalui proses panjang dan dedikasi. Bahasa adalah cermin identitas kita sekaligus kunci adaptasi di masyarakat global,” tegasnya.
Acara ini tidak hanya menjadi wadah inspirasi, tetapi juga mempererat semangat kebangsaan dalam mengembangkan Bahasa Indonesia di tingkat internasional (DN).



