MPBI UMS Gelar Diskusi Ilmiah Bahas Peran Guru Pendamping Khusus dalam Pembelajaran Berdiferensiasi Bahasa Indonesia

Surakarta – Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister (MPBI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Diskusi Ilmiah dengan tema “Peran Guru Pembantu Khusus dalam Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia”. Kegiatan ini menjadi forum akademik untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan pembelajaran inklusif serta strategi pembelajaran yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik.

Diskusi ilmiah tersebut dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026 pukul 15.30–16.30 WIB secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan menghadirkan Pramudya Ashya Novika Utami, S.Pd. sebagai penyaji, Atika Lisamawati Nur Qoyyimah, S.Pd., M.Pd. sebagai pembahas, serta Dr. Atiqa Sabardilla, M.Hum. sebagai penelaah.

Dalam pemaparannya, Pramudya Ashya Novika Utami, S.Pd. menyampaikan kajian mengenai peran Guru Pendamping Khusus (GPK) dalam mendukung pembelajaran berdiferensiasi bagi siswa disabilitas, khususnya siswa disgrafia pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Kajian tersebut menyoroti pentingnya pendampingan individual, penyesuaian strategi pembelajaran, serta penerapan pendekatan scaffolding agar peserta didik mampu berkembang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya.

“Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berbicara tentang memberikan perlakuan yang berbeda kepada siswa, tetapi bagaimana guru mampu memahami kebutuhan belajar setiap peserta didik dan menyediakan dukungan yang sesuai agar mereka dapat berkembang secara optimal,” ujar Pramudya dalam pemaparannya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan Guru Pendamping Khusus menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Kolaborasi antara guru mata pelajaran dan GPK diperlukan agar proses pembelajaran dapat berjalan lebih adaptif serta mampu memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik.

Sementara itu, pembahas Atika Lisamawati Nur Qoyyimah, S.Pd., M.Pd., memberikan penguatan terhadap kajian yang disampaikan dengan menekankan pentingnya kesiapan pendidik dalam merancang pembelajaran yang responsif terhadap keberagaman karakteristik siswa.

“Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki tantangan tersendiri ketika diterapkan pada peserta didik dengan kebutuhan khusus. Oleh karena itu, guru perlu memiliki sensitivitas pedagogis agar strategi pembelajaran yang digunakan benar-benar memberikan ruang bagi setiap siswa untuk berpartisipasi,” ungkap Atika dalam sesi diskusi.

Dalam sesi penelaahan, Dr. Atiqa Sabardilla, M.Hum. memberikan perspektif akademik terkait penguatan konsep dan pengembangan kajian agar memiliki kontribusi lebih luas terhadap bidang pendidikan Bahasa Indonesia.

“Kajian mengenai pendidikan inklusif perlu terus dikembangkan karena keberhasilan pembelajaran tidak hanya dilihat dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan sistem pendidikan dalam memberikan layanan yang adil bagi seluruh peserta didik,” jelas Dr. Atiqa.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara penyaji, pembahas, penelaah, dan peserta. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, serta pandangan kritis mengenai implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah.

Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai pentingnya memahami kebutuhan peserta didik sebelum menentukan strategi pembelajaran.

“Diskusi ini memberikan pemahaman bahwa setiap siswa memiliki karakteristik dan kebutuhan belajar yang berbeda. Guru tidak cukup hanya menyampaikan materi, tetapi juga perlu menciptakan pembelajaran yang mampu merangkul semua peserta didik,” ungkap salah satu peserta.

Melalui kegiatan ini, MPBI UMS berharap mahasiswa dan peserta diskusi semakin memiliki wawasan mengenai konsep pendidikan inklusif serta mampu mengembangkan kajian akademik yang relevan dengan persoalan pendidikan masa kini. Diskusi ilmiah ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik yang aktif, kritis, dan kolaboratif di lingkungan MPBI UMS.

Scroll to Top